Wulan Kapitu, TNBTS Bebas Kendaraan

SorotMalang.com -Warga di Gunung Bromo segera melakukan ritual di bulan yang dianggap suci bagi masyarakat Suku Tengger, yakni Wulan Kapitu. Untuk menghormati adat, pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan melakukan penutupan akses kendaraan bermotor untuk aktivitas wisata.

Hal tersebut dikatakan Kepala Balai Besar TNBTS, Hendro Widjanarko. Dikatakannya, penutupan akses kendaraan bermotor ini atas permintaan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo, untuk menghormati adat dan budaya masyarakat Tengger pada Wulan Kapitu.

“Memperhatikan surat Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Nomor 279/PHDI-KAB/XI/2023 tanggal 22 November 2023 mengenai permohonan penutupan Kawasan Bromo, dalam rangka menghormati adat dan budaya Masyarakat Tengger,” ucap Hendro Widjanarko saat dikonfirmasi, kemarin.

– Advertisement –

Dia menerangkan, penutupan akses bagi kendaraan bermotor di kawasan Gunung Bromo berlaku bagi seluruhnya, kecuali dalam kondisi darurat. Penutupan pada awal Wulan Kapitu yakni hari Selasa (12/12) mulai pukul 16.00, sampai Rabu (13/12) pukul 16.00 pembukaan megeng.

Sedangkan akhir Wulan Kapitu yang merupakan penutupan megeng diketahui pada Selasa (9/1) hingga Rabu (10/1) 2024. Dalam situs resmi TNBTS, dijelaskan bahwa Wulan Kapitu atau bulan ketujuh dalam kalender Masyarakat Tengger oleh sesepuh/tokoh masyarakat Tengger dianggap sebagai bulan yang disucikan.

Masyarakat Tengger pada bulan yang dimuliakan ini akan melakukan puasa mutih selama satu bulan penuh dalam rangka menyucikan dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Maka dari itu pembatasan kerap dilakukan untuk menghormati aktivitas masyarakat Tengger.

“Batas kendaraan bermotor dari arah Pasuruan sampai dengan Pakis Bincil, dari arah Malang dan Lumajang sampai dengan Jemplang, dan dari arah Probolinggo sampai dengan Desa Wonokerto,” rincinya. (tyo/mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *