UB Release Empat Profesor Baru dari Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Teknik (FT)

Rabu, 6 Desember 2023

sorotmalang.com
Universitas Brawijaya (UB) tambah Profesor baru yang akan di kukuhkan Kamis (7/12/2023) di Gedung Samantha Krida.

Empat profesor ini lintas ilmu dalam bidang ilmu, Nutrisi dan Pakan Ikan, Hidrologi dan Konservasi Sumber Daya Air, Korosi dan Pelapisan, serta Transfer Biopanas.

Diperoleh keterangan dalam jumpa pers Rabu Pagi(6/12/23) di gedung rektorat lantai satu keempat Profesor ini masing masing Memaparkan apa yang akan menjadi pidato ilmiahnya saat pengukuhan esok hari Kamis( 7/12/23).

Empat Profesor itu diantaranya dari FPIK dan FT;
Prof. Dr. Ir. Anik Martinah Hariati, M.Sc dari FPIK, sedangkan tiga profesor lainnya dari FT antaralain Prof. Dr.Eng. Donny Harisuseno, S.T., M.T.; Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T. dan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T.

Dalam paparannya Prof. Dr. Ir. Anik Martinah Hariati, M.Sc. Profesor aktif ke 192 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 351 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya ini akan menyampaikan pidatonya
“TEKNOLOGI SINBIOTIK BERBASIS SPORA DALAM MENGATASI LIMBAH PAKAN PADA SISTEM BUDIDAYA IKAN INTENSIF”

Menurut Prof Anik penyebab utama gagalnya industri budidaya udang pada awal tahun 1990an adalah akumulasi bahan organik sisa pakan yang memicu meningkatnya ammonia nitrogen.

Untuk mengatasi masalah tersebut Prof. Anik telah menghasilkan teknologi sinbiotik berbasis spora, merupakan model teknologi yang diawali dari isolasi bakteri AOB (Ammonia Oxidizing Bacteria): Nitrosomonas, dengan NOB (Nitrite Oxidizing Bacteria), Nitrobacter, dan Nitrospira, bersama Bacillus dan Lactobacillus.

Sinbiotik ditambahkan dalam pakan yang berfungsi untuk menstabilkan kualitas air dan membantu sistem pencernaan, penambahan sinbiotik pada sistem budidaya bioflok, terbukti berhasil menurunkan ammonia nitrogen (dari 1,6 menjadi 0,4 mg L-1).

“Kelebihan utama dari teknologi sinbiotik berbasis spora ialah bisa disimpan dalam waktu yang lama dan ketika diaplikasikan dia mampu memenuhi ke-empat fungsi yang antara lain menstabilkan kualitas air, menyediakan pakan tambahan bagi ikan maupun udang yang berasal dari penguraian bahan organik sisa pakan, membantu ikan dalam proses pencernaan pakan alami, dan menghindari serangan patogen,” terang Profesor aktif ke 20 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Prof. Dr.Eng. Donny Harisuseno, S.T., M.T. akan mengurai risetnya tentang “SYstem Hybrid-G2I (green-gray infrastructure): sebuah pengelolaan LIMPASAN AIR hujan berbasis konservasi air
Konsep pengelolaan limpasan air hujan konvensional di wilayah perkotaan saat ini masih mengandalkan peran fisik (saluran) yang mengalirkan limpasan sesegera mungkin ke sungai.

Prof. Donny menggunakan System Hybrid G2I (green-gray infrastructure), yang merupakan konsep untuk mengintegrasikan fungsi infrastruktur fisik drainase (gray infrastructure) dan lingkungan (green) dalam penanganan limpasan.

“Keunggulan dari sistem ini terletak pada ketangguhan dan fleksibilitas yang tinggi dalam menangani limpasan permukaan air hujan sekaligus mendukung konservasi air, Sistem ini juga mampu menjamin upaya konservasi air tanah dan permukaan baik dari aspek kuantitas dan kualitas air sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan air perkotaan (urban water resilience) tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ungkap Prof Dony sebagai Profesor aktif ke 23 di Fakultas Tehnik (FT) dan Profesor aktif ke 193 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 352 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.

Sementara Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T. judul Risetnya “TEKNOLOGI NANO KOMPOSIT DARI LIMBAH ORGANIK (TKO) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI LOGAM”

Prof. Dr. Femiana Gapsari Madhi Fitri, S.T., M.T..menjelaskan Teknologi nano komposit dari limbah organik (TKO) merupakan material baru yang digunakan sebagai inhibitor dan pelapis korosi logam.

“Pengembangan inhibitor limbah organik dilakukan dengan TKO agar memiliki kinerja dan efisiensi yang lebih tinggi,” tandas Profesor ke 353 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.

Sedangkan Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. : sebagai Profesor aktif ke 25 di Fakultas Tehnik (FT) dan Profesor aktif ke 195 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 354 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya dalam pidato ilmiahnya akan menyampaikan temuannya berjudul “TEKNOLOGI MICROWAVE ABLATION (TMA) SEBAGAI PEMBANGKIT BIOPANAS TERHADAP PEMBUNUHAN SEL KANKER”

Menurutnya, Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya, serius dan melemahkan serta berhubungan dengan disabilitas beberapa fungsi neurologis, gangguan perilaku psikopatologis dan emosional yang memerlukan rehabilitasi berkelanjutan
Salah satu metode metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan terapi hipertermia yaitu Teknologi Microwave Ablation (TMA).

“Kelebihan TMA yaitu mampu menghasilkan suhu sangat tinggi, sering kali lebih dari 100°C, sangat kondusif dalam penggunaan beberapa aplikator, tidak merusak jaringan dan tidak memerlukan komponen tambahan lainnya,” tukasnya.(Djoko W)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *