Satu Mahasiswa Hilang di Pulau Sempu, Melakukan Penelitian Sejak 20 Desember

Malang Posco Media – Salah seorang Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan sebuah penelitian di Pulau Sempu, Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dilaporkan hilang. Seorang dari rombongan mahasiswa itu mengatakan anggotanya hilang kontak sejak Rabu (27/12) sekitar pukul 11.30 WIB.

Mahasiswa tersebut atas nama Galang Edhi Swasono, 20 tahun, warga Desa Gunung langit, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan informasi ia adalah mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB.

Menurut data Pusdalops BPBD Kabupaten Malanginsiden itu dilaporkan Kamis (28/12) pukul 08.00. Ia hilang saat melakukan tugas penelitian di Wilayah Kepulauan Sempu Di Blok Telaga Lele di Titik Kordinat S 8°44,4133’’. E 112°70,8090’’ Sendangbiru.

– Advertisement –

Mulanya, pada hari Rabu siang pukul 11.30 WIB saksi yang juga pelapor Mamat Ruhimat mendapatkan Informasi dari saksi lain bernama Purwanto bahwa satu mahasiswa yaitu Korban Galang Edhi Swasono yang telah hilang dari Rombongan. Galang sesaat sebelumnya bersama sekelompok mahasiswa Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Dan Ekowisata Semester lima.

“Di mana korban meninggalkan rombongan sekira pukul 09.00 WIB  dan seharusnya Korban Kembali ke rombongan pukul 11.00 WIB. Namun sampai pukul 11.30 korban belum Kembali sehingga tim memutuskan untuk melakukan pencarian namun hingga pukul 23.00 belum ada tanda tanda dari korban,” jelas Adi Sih Pirno, Koordinator Pantai Selatan Rescue (PSR) saat dikonfirmasi.

Hilangnya korban akhirnya dilaporkan Kepada Sat Polair Polres Malang Dan Pos AL untuk melakukan Proses Pencarian dan operasi SAR terhadap Korban. “Saat ini juga masih belum ada tanda-tanda. Tim gabungan sedang ditambah bantuan potensi SAR yang ada,” tambah Pirno, sapaaan Adi Sih Pirno.

Senada, Kepala Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Purwanto. Bahwa Galang saat itu tengah melakukan program penelitian di kawasan Blok Telaga Lele Pulau Sempu, lalu hilang kontak setelah terpisah.

Saat ini, tim gabungan dari Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu, TNI, Polri dan relawan lain tengah melakukan penyisiran di area Pulau Sempu untuk mencari keberadaan Galang. “Selain penyisiran jalur darat, penyisiran jalur air juga dilakukan oleh tim gabungan,” kata Purwanto.

Ia membenarkan bahwa sejak tanggal 20 Desember lalu sebanyak 20 mahasiswa dari IPB melakukan program penelitian di Pulau Sempu. Yakni ada tujuh objek penelitian yang dilalukan mahasiswa tersebut di kawasan Pulau Sempu, di antaranya Fauna, Burung, Mangrove, Herpetofauna, dan Goa.

Purwanto menyebut, selama penelitian, personel Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu juga melakukan pendampingan kepada 20 mahasiswa tersebut, dalam rangka pemantauan kawasan, selama mahasiswa itu ada di Pulau Sempu. “Ada empat personel kami yang melakukan pendampingan kepada para mahasiswa tersebut,” pungkasnya.

Camat Sumbermanjing Wetan Sujarwo Ady mengatakan, selama ini diketahui penelitian boleh dilakukan di Pulau Sempu selama mendapatkan izin dari BBKSDA. Selain itu, banyak syarat batasan yang harus dipatuhi. Di antaranya adalah barang seluruh bawaan yang dibawa masuk harus dibawa keluar.

Menjaga lingkungan yang merupakan lingkup konservasi, serta adanya batasan jumlah orang yang melakukan penelitian. “Sudah lama menjadi konservasi dan ada batasan-batasan yang harus dipatuhi. Kalau untuk tujuan penelitian diperbolehkan atas izin KSDA,” ungkap Sujarwo. (tyo/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *