Puskesmas Buka Layanan Konseling,  Jembatan Dipagari

sorotmalang.com-  Seluruh puskesmas di Kota Malang memiliki layanan konseling. Konseling ini bisa dimanfaatkan bagi siapapun warga yang mengalami masalah. Terutama yang berdampak pada kejiwaan dan pengaruh sikap secara fisik. Hal ini makin dikuatkan mengingat  maraknya kasus bunuh diri.

Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif. Ia menyampaikan konseling merupakan salah satu layanan yang ada di tiap puskesmas di Kota Malang.

“Layanannya ada dan memang ada programnya namanya Program Kesehatan Jiwa,” tegas Husnul.

Ia mengatakan program ini berupa layanan konseling dan pendampingan bagi warga yang merasa terganggu kejiwaannya. Bisa diakses siapapun, diri sendiri hingga didampingi anggota keluarga.

Pasien yang datang akan ditanyai petugas  terkait masalah atau kondisi yang dialaminya. Kemudian dilakukan assessment. Dari hasil assessment tersebut baru akan ditindaklanjuti jika lebih serius dan sebagainya.

“Yang jelas ada layanan itu lalu akan dilakukan assessment penanganan lanjutan akan dilakukan misal dianjurkan ke dokter, psikolog dan sebagainya,” tegas Husnul.

Sementara upaya lain yang dilakukan Pemkot Malang belum lama ini mengusulkan pemasangan pagar pembatas di Jembatan Jalan Soekarno-Hatta. Itu karena beberapa kasus percobaan bunuh diri pernah terjadi di jembatan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Julhardjanto menjelaskan pihaknya memang sudah mengusulkan pagar di jembatan itu pertengahan tahun lalu.

“Karena itu (jembatan dan kawasan jalan) milik provinsi maka kami bisanya mengusulkan. Mengingat ada kejadian-kejadian itu (aksi bunuh diri). Dan memang akhirnya sudah direalisasikan memang kami yang usulkan waktu itu,” kata Dandung. (ica/van)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *