KHM Pertanyakan Komitmen Pemimpin Atasi Krisis Lingkungan – TUNASMALANG.ID

sorotmalang.com – Anak muda yang tergabung dalam Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Malang kritisi masalah sampah hingga krisis air bersih yang terjadi di wilayah tersebut. Melalui diskusi yang bertajuk “Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah”, Aula Rahma Nuraini (KHM) sampaikan tata kelola yang menjadi sumber masalah lingkungan di Malang Raya. (21/12).

“Masalah Malang Raya ini kompleks, dari mulai dari keringnya sumber mata air, banjir hingga kedaruratan sampah. Ini akibat banyaknya alih fungsi lahan dan kawasan hutan menjadi perumahan atau pariwisata, namun tidak terpikirkan dengan baik. ” Ujar Aula.

Hal ini juga di tegaskan kembali oleh KH Abdullah SAM, Ketua PC ISNU Kabupaten Malang sekaligus inisiator dari pesantren rakyat. “Malang Raya itu seperti laboratorium bencana, apa saja terjadi disini, dari puting beliung hingga banjir. Malang ini kan dataran tinggi terapit 2 gunung yang jadi sumber penyerapan dan konservasi air. Kalau sumber air hilang dan banjir terjadi berarti ada yang salah.“ 

Beliau menambahkan bahwasanya solusi dari permasalahan lingkungan ini sebenarnya sudah ada di dalam keseharian ibadah kita. “Setiap ibadah dalam islam tidak lepas dari alam, tanda-tanda masuknya waktu shalat dengan munculnya matahari, kita berwudhu, mensucikan diri juga dengan air. Sehingga, kita tidak bisa hanya saleh ritual tanpa saleh sosial dan saleh terhadap alam.” 

Baca Juga: Peringati Hari Buku Nasional RBC Gandeng KHM Angkat Green Literacy

Sementara itu Dr KH Nurbani Yusuf, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu sekaligus Founder Komunitas Padhang Makhsyar juga menambahkan bahwa dalam Islam, sudah ada ketentuan bahwa ada 3 hal yang tidak boleh di perjual belikan. 

“Pertama, air. Air tidak boleh di perjual belikan karena haram hukumnya. Makanya, yang kita beli itu jasanya. Kedua rumput/pohon itu gratis tidak boleh di perjual belikan. Terakhir adalah energi listrik/gas. Ketiga hal ini juga secara undang-undang sudah harus dikelola oleh negara dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat” ungkap Kiai Komunitas Padhang Makhsyar tersebut. 

Tentang PilahPilih

Para narasumber menekankan pentingnya peran masyarakat untuk mengawasi dan terlibat dalam kebijakan lingkungan, terutama di tahun politik mendatang. Bambang Parianom, dari Pusaka menanggapi bahwasanya dalam pemilihan kepala daerah maupun kepala negara, kita harus memilih Pemimpin yang secara Ubudiyah, Siyasah dan Muamalahnya baik secara satu kesatuan. 

“Melalui PilahPilih kita berharap isu lingkungan dapat menjadi salah satu isu penting yang dapat dijadikan dasar “memilah” dan juga “memilih” di Pemilu nanti.” Tutup Elok F Mutia, perwakilan dari Umat untuk Semesta.

Menurutnya PilahPilih adalah sebuah inisiatif dari kolaborasi umat islam untuk dampak perubahan iklim dalam menanggapi keresahan di tahun politik. “Lewat survey website PilahPilah.id , anak muda dapat memilih apa isu lingkungan yang paling membuat mereka resah sekaligus menyampaikan unek-unek terkait pemilu di Februari 2024 mendatang” pungkasnya. (Aula/Mutia).

Post Views: 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *