Indeks Kerawanan Pemilu 2024 Provinsi Jawa Timur Peringkat Enam dari bawah Ini Kata Hikmah Bafaqih

Rabu, 13 Desember 2023

sorotmalang.com -Tahapan pemungutan suara Pemilu 2024 tinggal 2 bulan lagi. Hasil kajian Bawaslu yang diwujudkan dalam Indeks Kerawanan Pemilu menyatakan, Provinsi Jawa Timur masuk peringkat enam dari bawah.

Hal ini disampaikan Hikmah Bawaqih dalam Lokakarya “Fasilitasi Kewaspadaan Kerawanan Sosial di Tahun Politik” yang digelar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur di hotel Atria Malang, Selasa (12/12/2023).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hikmah Bawaqih(Djoko W)

Hikmah Bafaqih mengatakan, posisi atau peringkat tersebut sebenarnya cukup baik, namun sejatinya jika diibaratkan seperti api dalam sekam.

“Sesuatu yang tidak terlihat itu tentunya akan lebih sulit dimitigasi atau direspon, sementara tingkat kerawanan tertinggi di Jatim ternyata di Kabupaten Malang,” ujar Legislator Profinsi Jatim dari FPKB.

Dikatakan anggota FKDM Jatim ini, dua aspek yang mempengaruhi adalah penyelenggaraan pemilu yang kemungkinan terindikasi potensi abuse of power dari aparat penegak hukum, sementara faktor kedua adalah partisipasi masyarakat.

Dari rilis tersebut, imbuhnya, sebenarnya mitigasi resikonya sudah dapat dilakukan mulai saat ini.

“Susah dihilangkan sama sekali, tapi minimal bisa dikurangi, dimana inilah poin utama dari lokakarya yang kita gelar bersama teman-teman dari berbagai elemen dan komunitas, baik itu ormas, tokoh agama hingga pegiat sepak bola,” serunya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, FKDM Jatim menawarkan ke pihak Provinsi bagaimana membangun komunitas yang resilient, yang bisa menerima tantangan kerawanan dalam bentuk apapun dengan respon yang lebih konstruktif dan positif arahnya.

Peserta kokakarya(Djoko W)

“FKDM Jatim mengolah hasil diskusi-diskusi kajian lapangan di Malang Raya tersebut untuk disampaikan kepada Gubernur, dalam bentuk policy brief untuk segera ditindaklanjuti kepada tokoh-tokoh masyarakat lewat FKDM di tingkat kabupaten dan kota,” paparnya.

Bafaqih menyampaikan, meski pemilu menjadi agenda rutin 5 tahunan, pesta demokrasi tahun 2024 nanti akan menjadi lebih ‘seksi’ karena akan terjadi pergantian rezim.

“Potensi kerawanan karena perbedaan pilihan masih banyak. Apalagi konsentrasi pembicaraan masyarakat di terfokus pada pilpres, bukan pada pileg,” tukasnya.

Selain Hikmah Bafaqih, Lokakarya ini juga menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang, Dr Teddy Kholiluddin.

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur, dengan ketua Prof Akh Muzakki, M.Phil, PhD ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

Forum ini beranggotakan unsur wakil organisasi massa, tenaga pendidik, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama atau elemen masyarakat lainnya.(Djoko W)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *