Hadirkan Dalang Asli Sumberpucung, Wayang Kulit Puncaki Resepsi Hari Jadi Kabupaten Malang

sorotmalang.com, MALANG – Puncak Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang dilakukan dengan rangkaian resepsi yang dilangsungkan hingga malam hari. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk menjadi agenda wajib sebagai penutup resepsi pada Selasa (28/11). Pementasan tersebut selain menyuguhkan hiburan, juga sekaligus untuk mengangkat seni dan budaya daerah.

Pertunjukan seni budaya Wayang Kulit tersebut dibawakan oleh Ki Martak Sudarsono, dalang asli Sumberpucung Kabupaten Malang. Selain pertunjukan wayang dan hiburan juga dimeriahkan penampilan Cak Percil Cs hingga Sasa KDI. Sejak pukul 19.00 WIB, suasana halaman pendopo sudah ramai dengan penonton, hadirnya pejabat pemerintah daerah dan undangan.

“Resepsi hiburan Percil Cs. dan Kesenian Wayang Kulit bertempat di Pendopo Kepanjen, mengundang segenap warga. Karena pentas akan dibawakan dalang Asli Sumberpucung Kabupaten Malang,” ucap Ketua Pelaksana Eko Margianto.

Resepsi yang digelar meriah dengan melibatkan UMKM untuk berkontribusi sekaligus membantu pergerakan ekonomi. Dikatakan, pagelaran wayang kulit merupakan merupakan satu wujud daripada aktualisasi kegiatan di sektor pariwisata.

“Jadi, pagelaran wayang kulit merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam rangka pengembangan Kabupaten Malang dalam pelestarian budaya,” tambahnya. Pihaknya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya 50 rangkaian agenda hari jadi Kabupaten Malang yang mengangkat tema ‘Bangkit Lebih Cepat Menuju Malang Makmur’ itu.

Suasana kemeriahan acara terasa sejak awal Gending-gending campur sari mengawali agenda jelang dibuka. Agenda dibuka dengan doa dan dilanjutkan laporan ketua pelaksana resepsi hingga sambutan Bupati Malang M. Sanusi. Pagelaran tersebut juga dihadiri perwakilan seluruh stakeholder dan forkopimda Kabupaten Malang.

Pementasan wayang kulit membawakan Lakon Semar Nundung Kala, yang berdasarkan serat purwacarita, semar atau ismaya sebenarnya adalah seorang dewa. Karena, ia merupakan anak dari sang hyang tunggal yg tercipta dari putih telur. Namun dalam kisah pewayangan, semar dikisahkan sebagai seorang manusia biasa karena dalam pemikiran semar menjadi dewa bukanlah kewajibannya. Selain itu, semar tidak ingin menjadi dewa karena semar lebih memilih menjadi pamong untuk mengayomi serta memandu manusia menuju jalan kebenaran.

Bupati Malang, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Malang. Ia menilai, semua prestasi yang diraih Kabupaten Malang merupakan bentuk kerjasama dan kebersamaan masyarakat dan pemerintah.

“Hendaknya kita senantiasa mempertahankan capaian prestasi yang telah diraih, dengan tetap mengupayakan berbagai terobosan kreatif dan inovatif untuk menghadirkan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Malang M. Sanusi.

Selain itu, lanjut Sanusi, yang patut kita sambut dengan suka cita di momen Hari Jadi ke-1263 Kabupaten Malang adalah hadirnya Maskot Kabupaten Malang dengan nama “Moni – Age”. Karakter Moni yang berupa Cucak Ijo, merupakan wujud keharmonisan antara makhluk hidup dan alam. Sedangkan Age, sahabat Moni, digambarkan sebagai setetes air kehidupan yang mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

Dengan kicauan merdu Moni yang selalu ditemani Age, keduanya diharapkan dapat menyebarkan energi positif ke manapun mereka terbang dan berpetualang. Karya maskot tersebut diketahui merupakan pemenang lomba desain maskot yang diselenggarakan Perumda Tirta Kanjuruhan yang dimenangkan oleh Zuchal Rosyidin.

“Kaitannya dengan citra Kabupaten Malang, karakter Moni – Age ini tidak lain menjadi representasi visual dari filosofi, visi misi, serta menjadi bagian dari masyarakat yang hidup harmonis dan makmur, baik secara material maupun spiritual, di Kabupaten Malang dengan segala kekayaan alamnya yang melimpah,” terangnya.

Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi menyampaikan bahwa munculnya maskot salah satu tujuannya untuk memilih sebagai ikon branding Kabupaten Malang. “Dalam rangka bisa dipakai nantinya dalam pengembangan pariwisata dan ikon lainnya. Sehingga dengan lomba desain maskot branding Kabupaten Malang lebih efektif dan dikenal oleh semua tingkat regional maupun nasional,” ungkap Syamsul. (tyo/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *