Disnaker Kabupaten Malang Berangkatkan Dua Keluarga, Transmigrasi ke Kalimantan dan Sulawesi

sorotmalang.com – Dua keluarga asal Kabupaten Malang mengikuti program transmigrasi, Rabu (22/11). Dua keluarga dengan jumlah total 9 orang ini secara simbolis diberangkatkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang.

“Hari ini secara simbolis kami berangkatkan dua keluarga untuk mengikuti program transmigrasi. Satu keluarga ke satuan permukiman tanjung buka SP.10 kawasan transmigrasi Salimbatu, Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan satu keluarga lagi dikirim ke satuan permukiman Lagading Kawasan Transmigrasi Pitu Riase Kecamatan Pitu Rease Kabupaten Sidereng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo.

Dia menyebutkan program tarnsmigrasi ini dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Program ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Malang seiring dengan animo masyarakat sangat tinggi mengikuti program tersebut.  Itu terbukti, setiap tahun ada warga Kabupaten Malang yang berangkat.

“Tapi untuk tahun ini, karena minimnya anggaran yang kami miliki, maka pemberangkatan dua keluarga transmigran ini dicover oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Malang melalui program CSRnya,’’ tambah Yoyok.

Yoyok berharap, saat mengikuti program ini dua keluarga tersebut mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Sekali lagi, transmigrasi merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus sebagai upaya percepatan mengatasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malang,’’ tandasnya.

Slamet Suharto bersama istrinya Afidah dan anak sematang wayangnya M Rizki Rafael keluar dari kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang siap menuju Wisma Transito Surabaya. (IRA RAVIKA-MPM)

Sementara itu Slamet Suharto salah satu transmigran yang berangkat mengatakan dia berangkat dengan Afidah (istri) dan satu anaknya M Rizki Rafael. Slamet mengatakan mengikuti program transmigrasi ini tak lain tujuannya untuk mendapatkan penghidupan lebih baik.

“Saya di sini bekerja serabutan. Saya ingin mencari kehidupan yang lebih  baik dengan mengikuti program ini,’’ katanya.

Slamet sendiri sangat yakin dirinya dapat survive selama berada di kawasan transmigran. Yaitu di satuan permukiman tanjung buka SP.10 kawasan transmigrasi Salimbatu, Desa Tanjung Buka Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Itu karena sebelum berangkat dia sudah mendapat bekal pelatihan yang cukup. Baik diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang maupun Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim.

“Saya daftar tahun lalu. Kemudian kami mendapatkan pelatihan, seperti membuat olahan makanan, membuat kerajinan dan lainnya. Saya yakin, di sana bisa survive,’’ tambahnya.  

Slamet mengatakan dia akan berangkat Jumat (24/11). “Setelah ini kami langsung ke Surabaya. Kami transit di Wisma Transito, untuk seremonial dilepaskan ibu Gubernur. Selanjutnya Jumat berangkat dengan pesawat ke kawasan tarnsmigrasi,’’ tandasnya.

Ucapan yang sama juga disampaikan Wawan Prabowo. Pria 47 tahun ini merupakan salah satu warga yang mengikuti program transmigrasi. Dia akan berangkat ke satuan permukiman Lagading Kawasan Transmigrasi Pitu Riase Kecamatan Pitu Rease Kabupaten Sidereng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. “Saya berangkat dengan lima orang anggota keluarga. Yakni satu istri, tiga anak dan satu keponakan,’’ katanya.

Kepada Malang Posco Media, Wawan mengatakan memiliki niat transmigrasi karena ingin mendapatkan penghidupan yang layak. Selama ini Wawan mengaku bekerja serabutan. Dia berharap melalui program transmigrasi ini, maka ke depan kehidupannya lebih baik.

“Kami sudah mendapatkan beragam pelatihan. Di sana kami akan kembangkan. Semoga pembinaan-pembinaan yang kami terima dapat kami aplikasikan di sana,’’ tandasnya. (ira/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *