Bangun Ketangguhan Masyarakat, PMI Lakukan Simulasi Gempa dan Tsunami

sorotmalang.com, MALANG- PMI Kabupaten Malang menggelar simulasi bencana desa, Rabu (20/12). Di Kampung Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, simulasi bencana diikuti oleh seluruh masyarakat di kampung pesisir Pantai Nganteb, perangkat desa, juga tim siaga bencana. Simulasi dilakukan seolah sungguhan.

ARAHAN:
Waka I Bidang Organisasi
Kabupaten Malang
Eru Suprijambodo
dan Sekretaris PMI Jatim
Edi Purwinarto
serta perwakilan PMI Pusat
hadir dalam kegiatan
simulasi bencana daerah
dan memberikan arahan
kepada masyarakat
dan tim siaga bencana
Desa Tumpakrejo.

Dimulai dengan adanya gempa bumi, disusul dengan suara sirine yang sangat nyaring. Sirine itu merupakan tanda terjadi tsnunami. Terlebih saat itu, tim siaga bencana desa yang ada di desa tersebut juga langsung sigap. Sembari berteriak, para relawan langsung melakukan evakuasi.

PENDATAAN: Tim Siaga Bencana melakukan pendataan
kepada para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami
di halaman SDN 4 Tumpakrejo.

Mereka meminta seluruh warga segera keluar rumah, untuk menuju titik kumpul lantaran tanda tsunami telah terdengar.  Di titik kumpul, warga kemudian dievakuasi menuju tempat pengungsian. Tentu saja tidak selesai sampai disitu. Sampai ditempat evakuasi, dilanjutkan dengan melakukan pendataan.

– Advertisement –

Para tim siaga bencana juga langsung mendirikan tenda pengungsian, membuka posko lapangan, juga membuka dapur umum. Semuanya tampak cekatan. Meskipun hanya simulasi, namun kegiatan -kegiatan yang digelar mulai pukul 08.00 ini sangat tampak nyata. Tanpa rasa panik, mereka menuju titik kumpul sampai dengan tempat pengungsian.

“Simulasi ini digelar untuk membangun kewaspadaan masyarakat terhadap bencana alam tsunami,” kata Amirul Yasin, Manager Program Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana berbasis Masyarakat dan Sekolah PMI Kabupaten Malang. Kegiatan ini PMI Kabupaten Malang mendapatkan dukungan dari Palang Merah (PM)  Jepang.

“Jadi PM Jepang membantu PMI pusat. Kemudian kami dipilih pusat salah satau penerima bantuan tersebut,” tambah Yasin. Dia mengatakan PMI Kabupaten Malang dipilih karena banyak wilayah yang sangat potensi terjadi bencana tsunami.

LATIHAN: Warga Kampung Nganteb Desa Tumpakrejo
Kecamatan Gedangan bergegas keluar rumah menuju ke titik kumpul
setelah ada evakuasi dari tim siaga bencana. (MPM – IRA RAVIKA)

“Program dukungan dari PM Jepang ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir,’’ tambahnya. Yasin menjelaskan program ini salah satunya adalah memperkuat pemahaman masyrarakat terkait dengan ancaman bencana di desa. Selama tiga tahun berjalan, Yasin juga mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan.

Seperti pemetaan kapasitas dan merencanan di masyarakat dan lainnya. Dia berharap melalui kegiatan ini, saat terjadi bencana, warga pun sigap melakukan penyelamatan diri. Sehingga bencana yang terjadi pun tidak menimbulkan korban jiwa. Kegiatan sosialisasi juga dihadiri Waka I Bidang Organisasi Kabupaten Malang, Eru Suprijambodo, dan Sekretaris PMI Jatim Edi Purwinarto. Sementara itu Kepala Desa Tumpakrejo, Mislan yang juga terlibat dalam kegiatan simulasi bencana desa ini tak henti mengucapkan terimakasih. Dimana simulasi ini sangat penting dan bagian edukasi kepada masyatrakat.  “Jadi nanti saat ada kejadian bencana warga di sini sudah paham bagaimana  cara menyelamatkan diri. Sehingga munculnya korban jiwa pun dapat dihindari,’’ tandas Mislan. (sc/ira/mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *