30 Jamaah Majelis Taklim ‘MAWAS’ Jembawan Berangkat Umroh

Dipimpin Langsung KH. Dr. Anas Fauzie, M.Pd

BERANGKAT KE TANAH SUCI : 30 orang jamaah dari Majelis Ta’lim Wat-Tadzkir Al-Waqi’ah Was-Syafa’ah (MAWAS) Jalan Jembawan XII, Sawojajar, Kecamatan Pakis siap berangkat ke tanah suci pada Selasa (5/12) dini hari (Foto kanan) : Pengasuh Majelis Taklim “Mawas” KH. Dr. Anas Fauzie, M.Pd. bersama para jamaah umroh ketika berada di Jabal Nur, Gua Hira’.

sorotmalang.com, MALANG – Sejumlah 30 orang jamaah dari Majelis Ta’lim Wat-Tadzkir Al-Waqi’ah Was-Syafa’ah (MAWAS) Jalan Jembawan XII, Sawojajar, Kecamatan Pakis akan melakukan ibadah umroh. Perjalanan ibadah ke tanah suci tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Majelis Taklim “Mawas” KH. Dr. Anas Fauzie, M.Pd.

Kepada Malang Posco Media, ia menuturkan bahwa para jamaah tersebut akan diberangkatkan dari Jalan Jembawan XII, Malang pada Selasa (5/12) pada pukul 02.00 WIB dini hari.“Insya Allah kami akan melakukan perjalanan ibadah umroh selama tiga belas hari. Mulai dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 17 Desember 2023. Tahun ini yang diberangkatkan berjumlah 30 jama’ah dari Majelis Taklim Wat-Tadzkir Al-Waqi’ah Was-Syafa’ah (MAWAS),” paparnya.

Berbagai persiapan telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan manasik untuk memberikan teori-teori terkait dengan peribadatan (ubudiyah) sudah dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Selain materi terkait ubudiyah, beberapa materi lain terkait dengan akhlak dan sopan santun juga turut serta diberikan kepada para jamaah umroh.

“Total untuk persiapannya selama dua bulan, namun dalam perjalanannya ada juga yang beberapa minggu sebelum keberangkatan baru konfirmasi untuk keikutsertaannya dalam perjalanan ibadah umroh kali ini. Disamping teori terkait ubudiyah, juga disampaikan bagaimana ketika disana harus bersikap dengan sesama ataupun dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Penekanan terhadap tingkah laku dan akhlakul karimah dilakukan. Teori bagaimana bersikap, bersosialisasi, saling menghormati, selalu merasa rendah hati dan lainnya senantiasa KH Anas berikan kepada para jamaah umroh. Selain itu juga terkait larangan-larangan ketika sedang menjalankan ibadah.

“Kami berikan semuanya, termasuk juga larangan-larangan ketika sedang menjalankan ibadah umroh itu ada apa saja. Semisal dilarang membunuh hewan, mematahkan ranting pohon, berhubungan suami istri, memakai penutup kepala bagi yang laki-laki, memakai wangi -wangian dan yang lainnya. Agar para jamaah semuanya memiliki pengetahuan dan wawasan terkait hal tersebut,” terangnya.

Sementara itu, untuk para jamaah umroh yang akan diberangkatkan pada selasa dini hari tersebut berasal dari berbagai kalangan dan usia. Untuk jamaah dari Jembawan sendiri terdapat 10 orang jamaah, dan sisanya yakni 20 orang berasal dari berbagai daerah di Malang Raya.

“Dari segi usia, untuk jamaah yang akan berangkat nanti paling muda ada di usia 19 tahun dan yang paling sepuh (tua) ada di usia 71 tahun. Mereka semua jamaah yang asalnya dari berbagai daerah di Malang Raya,” jelasnya.

Ditambahkan, yang paling penting setelah menjalankan ibadah umroh adalah meningkatnya ketaqwaan dan juga keimanan dari dalam diri para jamaah. Hal tersebut yang KH Anas tekankan kepada para jamaah. Selain itu juga tubuh sifat Mu’asyarah bil Ma’ruf atau senantiasa berhubungan dan menjalin relasi yang baik dengan sesama, terutama kepada keluarga.

“Meningkatnya ketaqwaan dan keimanan seseorang, itu adalah yang paling penting harus dimiliki para jamaah setelah melakukan ibadah umroh ini. Kemudian muncul rasa kerinduan kepada ka’bah dan masjidil haram,” imbuhnya.

Menurutnya ibadah haji maupun umrah merupakan panggilan yang sudah diserukan oleh Allah Swt sejak dahulu. Yang terpenting adalah niat yang harus dikuatkan untuk menjalankan ibadah karena Allah. Biaya bukan kendala, karena tentu jika mengharapkan ridha dari Allah, pasti akan mendapatkan bantuan. (adm/nug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *